Senin, 15 Maret 2010

Sekdes PNS Bakal Bentuk Forum

Ide cemerlang timbul dari sekretaris desa (sekdes) berstatus PNS di Kecamatan Betung. Mereka berencana membentuk suatu forum yang anggotanya berisikan para sekdes yang kini sudah menjadi pegawai negeri.
Ide tersebut tertuang ketika para sekdes ini secara tidak sengaja berkumpul di Kantor Camat Betung, mereka berinisiatif untuk membentuk forum sebagai wadah pembangunan diseluruh desa di Kecamatan Betung.
Sekdes Tanjung Laut Suharman kepada Harian Banyuasin, bahwa rencana membentuk forum ini sudah lama tercetus, namun belum dibicarakan lebih lanjut karena kesibukan para sekdes sendiri.
”Lalu, secara kebetulan kami berkumpul di kantor camat dan saling membicarakan kemajuan desa dan rencana pembangunan kedepan, dan secara tidak sengaja juga banyak sekdes dari desa lain yang memberikan ide, lalu kami berpikir kenapa tidak disatukan saja semua ide ini didalam suatu forum,” ujar Suharman, kemarin.
Kebetulan, semua sekdes saat itu juga setuju, dan sepakat untuk membentuk forum. Namun, pembentukannya sendiri masih menunggu kesepakatan antara sekdes di desa lain.
”Kita juga akan membicarakan dengan sekdes didesa lainnya, yang jelas saat ini ada 5 sekdes yang sudah setuju, yakni Lubuk Lancang, Durian Daun, Lubuk Karet, Tanjung Laut dan Sri Kembang. Sekdes lainnya sedang kita lobi untuk mewujudkan forum sekdes ini nantinya,” tambah Suharman.
Sementara, Sekdes Lubuk karet Abdul Manaf menegaskan, bahwa rencana pembentukan forum ini murni untuk mendorong pembangunan dan saling berbagi info dan triks untuk menyukseskan pembangunan, bukan sebagai media politik.
”Kita juga menegaskan status sebagai PNS sebagai pejabat yang netral, jadi tidak ada unsur politis dari pembentukan forum ini nantinya, murni untuk saling berbagi dan sharing saja,” tambah Manaf.
Kemudian, forum ini juga bukan sebagai ajang persaingan kepada forum kades yang sudah lama terbentuk. ”Karena, kades dan sekdes adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, yakni suatu susunan yang bertugas memberikan pelayanan kepada publik, itu tujuan utamanya,” beber Manaf. (fan)

Lagi, 20 Motor Terjaring Razia

Pihak Pospol Betung bekerjasama dengan Polsek Betung dan Pospol Betung kembali menjalankan razia disepanjang jalan palembang-Jambi dan Palembang-Sekayu. Hasilnya cukup memuaskan, tidak kurang 20 kendaraan roda dua atau motor terjaring lantaran tidak memiliki dokumen kepemilikan.
Dijelaskan Kapospol Betung, Aiptu P Siahaan kepada Harian Banyuasin, 20 motor tersebut didapatkan timnya saat melakukan razia di Simpang Tebanan Jalan Sekayu dan depan Pospol Musi Indah pada Sabtu (13/3) sekitar pukul 01.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.
”Kita rutin melakukan razia meneruskan perintah dari Mapolsek Betung, dan kita pusatkan di 2 jalur yang cukup rawan tindak curanmornya, seperti di Jalan Sekayu dan Jalan Jambi, syukur hasilnya tidak mengecewakan, karena kita sukses mengamankan setidaknya 20 motor tanpa dokumen, seperti BPKB dan STNK, serta motor jambrong yang kita duga hasil dari curanmor,” ujar Siahaan.
20 motor tersebut dibawa ke Pospol Betung yang terletak di simpang tiga Betung, motor itu diamankan sembari menunggu pemiliknya guna membawa dokumen resmi kepemiilikan sepeda motor tersebut.
”Kita tidak serta merta menahan motor-motor ini tanpa alasan, karena jika pemiliknya bisa menunjukkan bukti kepemilikan motor seperti BPKB dan STNK, tentu akan kita kembalikan, itu komitmen kita dari awal,” tambahnya.
Sementara, Kapolsek Betung AKP Daswir Pasaribu SH didampingi Kanit Reskrim bangga atas kinerja Pospol Betung dan jajarannya yang rutin melakukan razia tersebut.
“Razia sepeti ini sudah memasuki bulan kedua, dan masih saja kita temui warga yang mengendarai motor tanpa membawa dokumen seperti STNK atau SIM, kita takut ini hasil curian atau tindakan curat/curas, jadi kita amankan untuk diproses, dan dibawa ke Pospol,” jelas Daswir, kemarin.
“Motor sudah ada yang mengambilnya, kalau tidak salah sudah 2 unit, itu juga kita minta bukti kepemilikan motor tersebut, seperti STNK atau BPKB, sekaligus mereka membuat surat perjanjian untuk mematuhi ketertiban yang ada. Kita tidak mempersulit jika ada warga yang mau mengambilnya, apalagi kita menerapkan untuk tidak memungut biaya sedikitpun,” tambah Daswir.
Daswir juga menambahkan, total sudah 85 motor terjaring razia yang dilakukan jajarannya sejak 19 Januari 2010 hingga saat ini.

”Ini razia resmi yang dilakukan anggota kita, ada beberapa titik razia yang rutin kita lakukan setiap malam, seperti di simpan tebenan kelurahan betung Jalan Palembang-Sekayu, depan Pospol Musi Indah Jalan Palembang-Jambi, simpang tiga betung, didepan Mapolsek Betung dan di simpang pulau rimau,” beber Daswir.
Atas hasil dari razia ini, Daswir cukup menggembira dengan banyaknya motor yang tejaring, juga ada beberapa warga yang kebetulan mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk, dan warga lainnya yang membawa sajam. (fan)

KT Lukar Somasi Guest House Adly

Tidak hanya mengundang protes masyarakat Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung, aksi penggebrekan pasangan mesum di penginapan Guest House Adly juga memantik respon dari organisasi kepemudaan setempat.
Ya, Karang Taruna (KT) Lubuk Karet, Sabtu (13/3) kemarin memberikan somasi kepada penginapan yang berada di Dusun Sedongkok tersebut. Somasi tersebut dalam bentuk surat peringatan yang diberikan KT Lukar kepada pemilik Guest House Adly, Leti.
Ketua KT Lukar, Dedi Wardoyo melalui Sekretatis Malyadi mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyerahkan surat peringatan tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas kinerja dari penginapan bertipe melati tersebut.
“Ya, kami kecewa karena penginapan tersebut dijadikan tempat mesum. Terbukti dengan penggebrekan terhadap pasangan Su dan Fet beberapa waktu yang lalu, kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi hingga mencoreng nama baik desa sendiri,” ujar Malyadi.
Sebagai salah satu pemuda, dia merasa risau dengan keberadaan penginapan yang bisa merusak moral anak-anak muda di Desa Lubuk Karet. Maka dari itu, dalam surat peringatan itu diminta pihak pengelola penginapan tidak menerima tamu yang tidak terjalin tali pernikahan.
”Kami cukup terpukul, karena peristiwa itu secara tidak langsung membawa aib untuk Desa Lubuk Karet. Kita juga meminta pihak penginapan selektif dalam menerima tamu, seperti menunjukkan KTP, surat nikah. Kita juga mengantisipasi pendatang di Lubuk Karet, siapa tahu ada teroris yang masuk kesini,” sambungnya.
Sementara, pengelola Guest House Leti mengatakan bahwa dia berjanji akan mematuhi aturan yang ada, termasuk pasangan yang belum menikah untuk menginap di Guest House.
”Ya, kita akan selektif, kejadian itu murni kesalahpahaman saja, kedepan kita akan memperbaiki pelayanan di Guest House ini,” tambahnya.
Sementara, Kades Lubuk Karet Hakim Zainuddin menyambut baik adanya upaya perbaikan yang dilakukan pihak pengelola. Terlebih lagi, kejadian penggebrekan menjadikan Lubuk Karet menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir.
”Syukur kalau sudah ada upaya dari pihak sana, kita dari perangkat desa juga akan mengawasi penginapannya,” pungkas Hakim. (fan)

Waspada Isu Terorisme

Lagi-lagi kita beberapa minggu ini disuguhi sebuah drama yang luar biasa dahsyatnya, dimana dalam drama tersebut demikian mudahnya melakukan penghakiman terhadap sekelompok orang bersenjata ini dengan sebutan teroris. Hanya karena ditemukan beberapa barang yang diduga milik kelompok bersenjata tersebut terkait dengan simbol-simbol Islam (misalnya buku-buku Islam dan atribut pakaian koko dll), dan ditangkapnya beberapa orang dari luar Aceh yang terlibat. padahal belum tentu kebenaranya dan belum dapat dibuktikan secara hokum, padahal dalam hokum kita sendiri menganut azaz praduga tak bersalah.
Para pengamat juga tidak mau ketinggalan ikut menabuh genderang “analisis” yang tidak jarang sangat prematur, berdasarkan sangkaan dan dugaan semata-mata, tapi seolah sepakat untuk membenarkan keterkaitan kelompok ini dengan jaringan Jama’ah Islamiyah bahkan jaringan al Qoidah, apalagi munculnya blok di internet pengakuan tandzim al Qaidah Aceh (yang sulit di verifikasi kebenarannya), dan menyematkan kepadanya tentang potensi ancaman terhadap keamanan Indonesia bahkan untuk keamanan Selat Malaka.
Anehnya Ketika kasus “skandal century” mencapai antiklimak melalui sidang paripurna DPR (3/3/2010), isu terorisme muncul lagi dan memegang estafet. Peristiwa ini mencuat dipermukaan sejak media memberitakan upaya penggerebakan kelompok bersenjata yang tengah mengadakan latihan militer di pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar yang diduga berlangsung sejak September.Dan penggerebekan tersebut dilakukan pada Senin malam, 22 Februari lalu. Dan jaringan kelompok ini sempat terendus di Pancal dan Saree (lembah Seulawah-Aceh besar), polisi mengaku menangkap sejumlah orang dari dua tempat ini yang kemudian di boyong ke Jakarta.
Bagi Masyarakat Aceh sendiri isu teroris ini masih menjadi kontroversi besar, dan tentunya menjadi suatu yang ganjil, karena dalam kamus sejarah perjuangan Aceh tidak pernah mengenal adanya teroris, bila mereka mengenal istilah teroris pasti banyak tentara Indonesia yang tewas akibat bom bunuh diri saat TNI melakukan operasi militer saat perang aceh beberapa tahun lalu. Maka ini melahirkan tanda tanya dan pro-kontra, dimana masyarakat kembali di hadapkan pada situasi dan kondisi yang tidak nyaman dengan sweeping dibanyak tempat dan ini membangkitkan trauma masa lalu selama konflik. Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pase melalui juru bicaranya Dedi Syafrizal dalam jumpa pers di kantor Partai Aceh Lhokseumawe (1/3), menilai bahwa pemberitaan adanya gerakan terorisme di Aceh merupakan isu murahan (Harist : 2010).
Kembali di jelaskan oleh Harist, Bahkan dinilai tidak rasional jika ada teroris yang muncul di Provinsi Aceh. Berita bahwa adanya gerakan teroris di Aceh sangat tidak berdasar. Ini diduga hanya sebuah rekayasa oleh oknum tertentu untuk kepentingan kelompok maupun pribadi. Kondisi itu seperti sudah direncanakan bukan terjadi dengan tiba-tiba. Malah setiap pergerakan membuat warga sipil mendapat musibah. “Kami mengklaim bahwa tidak ada gerakan teroris di Aceh umumnya dan Aceh Utara khususnya. Apalagi ada informasi sudah berada di Aceh sejak tahun 2005. Ini sangat tidak dapat diterima oleh akal sehat. Kami menilai ini hanya kerjaan orang-orang yang tidak menginginkan Aceh tetap damai (Harist : 2010).
Pada titik inilah, umat Islam di Indonesia harus memahami dan waspada upaya-upaya mendiskriditkan Islam dan umatnya. Sebagai umat islam kita harus belajar dari banyak pengalaman yang menimpa Negara-negara muslim lainya seperti Irak, afganistan yang terkoyak-koyak sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Apalagi kita masyarakat banyuasin yang berada dititik geografis yang strategis, dapat dipastikan banyuasin merupakan daerah transit yang nyaman bagi pendatang.
Terkait dengan isu terorisme, perlu kita pahami beberapa hal sebagai berikut;
Pertama; terorisme adalah sebuah isu dan menjadi proyek global AS pasca peristiwa Sebelas September untuk melakukan penjajahan di negeri-negeri kaum muslimin yang memiliki potensi strategis untuk kepentingan kapitalis global dimana pemerintah AS menjadi pengusungnya.
Kedua; Indonesia bagian dari dunia Islam yang memiliki nilai strategis dari berbagai aspek. Baik demografi maupun SDA (sumber daya alam) dan geopolitik dikawasan Asia pacifik maupun didunia Islam. Indonesia menjadi salah satu basis langkah kontra terorisme (yang secara tegas menempatkan Islam dan kelompok-kelompok yang dianggap radikal dan fundamentalis sebagai obyek proyek kontra teroris) dan kelompok ini dianggap sebagai sebab pemicu munculnya tindakan terorisme.Lebih dari itu,kelompok ini dipandang sebagai potensi ancaman terhadap eksistensi kapitalisme global yang di usung AS.
Ketiga; Isu terorisme terbukti bagi AS di dunia Islam khususnya Indonesia mampu menciptakan keterbelahan di antara kaum muslimin. Umat Islam di adu domba dengan katagori-katagori serta pengelompokan; Islam moderat-fundamentalis dsb.
Keempat; isu terorisme akan terus diusung dan menjadi perhatian penguasa negeri ini (yang terjebak dalam proyek global AS), sampai terget pembungkaman seluruh komponen Islam yang dianggap mengancam eksistensi sekulerisasi dan liberalisasi betul-betul bisa di bungkam.
Kelima; dalam konteks kekinian, isu terorisme terbukti menguntungkan pihak-pihak tertentu keluar dari problem politik “century gate” dan delegitimasi kekuasaan yang ada.Dan menjadi alasan Indonesia meminta kembali kerja sama liliter dengan AS karena telah menunjukkan komitmennya terkait pengelolaan dan penanganan isu terorisme ini.
Keenam; isu terorisme hakikatnya salah satu strategi penjajahan AS untuk terus bertahan di dunia Islam.Tentu dengan bantuan dan loyalitas daripenguasa-penguasa negeri kaum muslimin yang berkhianat kepada umat Islam.Karena terbukti Islam dan kaum muslimin menjadi korban.
Mari kita perkuat persatuan jangan sampai bangsa kita terpecah belah seperti saat zaman penjajahan belanda dengan politik devide et empirenya beberapa abad yang lalu yang mengoyak-ngoyak kemerdekaan bangsa kita yang berdaulat. Banyak hal hal yang harus kita lakukan untuk membangun bangsa ini, isu murahan yang memecah belah bangsa jangan diperdebatkan dan dijadikan polemik yang berlarut-larut, kalau kita selalu berpolemik bangsa ini tidak akan pernah maju. Saatnya kita berkarya untuk negeri bukan hanya kritik tanpa solusi.

Sabtu, 13 Maret 2010

Pemerintah Desa Dukung Ternak Lele

LUBUK KARET, HB.-
Inisiatif pemuda Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung yang tergabung dalam Karang Taruna (KT) Lukar untuk membuka usaha ternak lele mendapat sambutan dari perangkat desa setempat.
Ini terlihat dengan keterlibatan pemerintahan setempat yang membantu pembuatan proposal untuk melancarkan usaha anak muda di Desa Lubuk Karet dengan mengajukan permohonan bibit lele ke Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin.
Dari pantauan Harian Banyuasin, tampak Sekdes Lubuk Karet Abdul Manaf sibuk membuat draft proposal berisi permintaan bibit lele ke Pemkab Banyuasin melalui Dinas Perikanan.
”Ya, saat ini kita membuat proposal yang akan ditujukan kepada banyak pihak, salah satu utamanya adalah untuk Dinas Perikanan, karena sejauh ini saya lihat keinginan KT Lukar untuk membuat ternak lele sangat bagus, setidaknya memberikan kegiatan positif untuk mereka,” ujar Manaf, kemarin.
Saat ditemui di kantor desa Lubuk Karet, Abdul Manaf menjelaskan kalau permohonan tersebut sebanyak 1000 bibit lele. ”Ada 1000 bibit lele yang kita ajukan, rencananya bibit tersebut akan ditempatkan di 2 kolam yang terbuat dari terpal,” tambah Manaf.
Selain ke Dinas Perikanan, perangkat desa juga masih mengandalkan sumbangsih dari PT Karya Sawit Lestari (KSL), perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit dan berdomisili di Lubuk Karet.
”Pada dasarnya kita siap memfasilitasi agar ternak lele ini terealisasi, kita juga menyarankan kepada KT Lukar untuk studi banding kepada KT di Kabupaten Banyuasin yang sudah sukses menerkkan lele,” beber Manaf.
KT Lukar memang berencana menggerakkan perekonomian mikro dengan membuka pembudidayakan ikan lele dengan cara beternak. Ide untuk menggerakkan ekonomi mikro ini atas saran KT Kabupaten banyuasin.
Ketua KT Lukar Dedi Mardoyo menerangkan, bahwa usaha ternak lele ini merupakan upaya menimbulkan kreatifitas pemuda di Desa Lubuk Karet.
”Ternak lele sangat potensial, apalagi banyak anggota KT dari kita yang menimbulkan ide tersebut, lalu kita rapatkan dan akhirnya disepakati untuk berusaha ternak lele,” ungkap Malyadi, kemarin.
Apalagi, KT Lukar mendapatkan wejangan dari KT terbaik di Provinsi Sumsel, KT Air Batu untuk mempelajari ternak lele yang sudah sukses di Kelurahan Air Batu.
Rencananya, pihak KT Lukar akan melakukan pembicaraan dengan KT Kabupaten Banyuasin untuk mengatasi kekurangan dana, apalagi pemuda di Lukar sendiri sangat antuasias untuk membudidayakan ternak lele ini.
”Untuk pertama kali, kita akan membuka ternak secara sederhana terlebih dahulu, mulai dari memasang terpal dan menempatkan bibit lele ini, lagian ada anggota KT Lukar yang mau menjaganya. Ini sangat baik untuk menambah aktifitas sekaligus menghasilkan kas untuk KT Lukar sendiri,” pungkasnya. (fan)

proposal turnament volly ball

A. PENDAHULUAN
Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa Bola Volly adalah cabang olahraga yang digemari diseluruh pelosok Desa/Kelurahan di Kabupaten Banyuasin. Itu bisa dilihat dengan banyak berdirinya klub Volly dimasing-masing desa dan selalu dipenuhinya lapangan volly yang didirikan perangkat desa setempat.
Dari lapangan volly itulah, banyak sekali ditemui anak-anak muda yang berbakat yang seharusnya bisa diorbitkan menjadi pemain nasional yang mungkin bisa bermain dipentas Proliga.
Hanya sayangnya, dari sekian banyak talenta terpendam tersebut, hanya segelintir saja yang naik ke permukaan. Apa sebabnya ? karena di Bumi Sedulang Setudung sendiri sangat sulit ditemukan turnamen-turnamen bola Volly.
Oleh sebab itu, kami selaku Karang Taruna (KT) Lubuk Karet (Lukar) bekerjasama dengan perangkat desa Lubuk Karet Kecamatan Betung berencana menggelar turnamen bola volly se Kabupaten Banyuasin bernama RACHMAN HASAN Cup yang menjadi agenda tahunan dari KT Lukar sendiri. Dengan harapan, dari ajang ini ditemukan talenta pemain bola volly yang bisa meroket ke pentas regional Sumsel, Nasional bahkan Internasional.
Semua asa bisa terwujud, jika semua pihak bisa bersama-sama mewujudkan obsesi Banyuasin dalam membentuk bibit-bibit atlet yang bisa dibanggakan guna mengikuti Porprov, PON, bahkan Sea Games.

B. TUJUAN
1. Memberikan arah kegiatan positif bagi generasi muda dan masyarakat diperdesaan.
2. Menumbuhkan kreatifitas pada generasi muda agar lebih mandiri.
3. Memberikan adrenalin tambahan bagi pecinta olahraga volly diseluruh pelosok Kabupaten Banyuasin
4. Menjaring atlet volly berbakat yang bisa menjadi perwakilan Kabupaten Banyuasin diberbagai event

C. NAMA KEGIATAN
Pengambilan nama dalam turnamen ini adalah Rachman Hasan Cup 2010. Turnamen bola volly ini merupakan kerjasama antara Pemkab Banyuasin, KT Kabupaten Banyuasin, Perangkat Desa Lubuk Karet, Pemerintahan Kecamatan Betung dan Harian Banyuasin (Jawa Pos Grup). Turnamen ini memperebutkan piala bergilir dari Wakil Bupati, Rachman Hasan.

D. WAKTU, TEMPAT, DAN PENDAFTARAN
Hari/Tanggal : Senin, 29 Maret 2010
Tempat : Lapangan Volly Sampurna Desa Lubuk Karet
Kecamatan Betung
Biaya Pendaftaran : Rp 150.000/team

E. PESERTA TURNAMEN
Peserta adalah 40 tim putra dan putri di Kabupaten Banyuasin dengan sistem gugur.

F. SUMBER PENDANAAN
1. Uang Pendaftaran peserta
2. Sponsorship
3. Bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat
4. Donatur

G. SPONSORSHIP
Sungguh merupakan kebanggaan teramat besar bila kami selaku panitia RACHMAN HASAN CUP 2010 diberi kepercayaan untuk mencantumkan produk atau identitas (merk) perusahaan Bapak/Ibu/Saudara sebagai wujud partisipasi dalam bentuk apapun yang telah ikut serta menyukseskan semua kegiatan yang telah direncanakan diatas.
Kerjasama ini berbasiskan keuntungan dikedua belah pihak, yakni pihak panpel dan pihak sponsor, melalui bentul-bentuk sebagai berikut ;
1. Pemasangan spanduk dan umbul-umbul dari perusahaan dilapangan pertandingan.
2. Penyediaan lokasi untuk pemasangan stand guna mempromosikan produk perusahaan.
3. Adlips oleh MC pada saat acara pembukaan dan penutupan.
4. Logo perusahaan atau produk pada banckrop dipanggung.
5. Logo perusahaan atau produk pada Iklan dan Pemberitaan RACHMAN HASAN CUP 2010 di Harian Banyuasin
H. KEPANITIAN
Terlampir

I. ESTIMASI BIAYA
Terlampir

J. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat dengan harapan mendapat sambutan dan partisipasi dari semua pihak serta segenap lapisan masyarakat, pada akhirnya kegiatan yang dimaksud dapat terlaksana dengan sukses. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami haturkan terimakasih.


PANPEL RACHMAN HASAN CUP 2010
Ketua Pelaksana Sekretaris



Dedi Wardoyo, A.Md Malyadi Arba


Kades Lubuk Karet Ketua KT Banyuasin



Hakim Zainuddin Drs H Indra Hadi

Mengetahui,
Wakil Bupati Banyuasin



Drs H A Rachman Hasan

LAMPIRAN I
SUSUNAN PANITIA PELAKSANA RACHMAN HASAN CUP 2010

A. PELINDUNG/PENASEHAT
1. Bupati Banyuasin
2. Wakil Bupati Banyuasin
3. Ketua KONI Banyuasin
4. Ketua PBVSI Banyuasin
5. Ketua KT Banyuasin
6. Camat Betung
7. Kades Lubuk Karet Kecamatan Betung
8. Kapolsek Betung
B. PENANGGUNG JAWAB : Pengurus KT Lukar
C. PANITIA PELAKSANA :
1. Ketua : Dedi Wardoyo
Wakil Ketua : M Arfan
2. Sekretaris : Malyadi Arba
3. Bendahara : Irma Suryani
4. Seksi Lapangan dan Pertandingan :
Koordinator : Mustofa, Jerry, Marsito,
5. Humas dan Publikasi : Abdul Manaf, Al-Hasrudiman, Andi S
6. Seksi dan Perlengkapan : Darman, Prengky, Alpian, Rison, Rusman
7. Seksi Keamanan : Polsek Betung
8. Seksi Kesehatan : Bidan Desa (Fitriani dan Lis)
9. Seksi Perwasitan : Pengcab PBVSI Banyuasin
10. Seksi Konsumsi : Sri Darman, Neni, Aimayati

LAMPIRAN II
ESTIMASI BIAYA

LAMPIRAN II
ESTIMASI BIAYA
A. BIAYA ACARA PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN
1. Sewa tenda 3 unit @ Rp 150,000 Rp 450,000
2. Sewa Kursi 100 unit @ Rp 1,000 Rp 100,000
3, Konsumsi 200 kotak @ Rp 7,000 Rp 1,400,000
4. Sewa Organ Tunggal @ 1,000,000 Rp 1,000,000
JUMLAH Rp 2,950.000

B. BIAYA OPERASIONAL
1. Trophy Tetap Juara I, II, III Rp 1,000,000
2. Uang Pembinaan Juara I Putra/Putri Rp 6,000,000
4. Uang Pembinaan Juara II Putra/Putri Rp 4,000,000
5. Uang Pembinaan Juara III Putra/Putri Rp 2,000,000
8. Insensif Wasit dan Hakim Garis,Jumlah 3 orang @ Rp
50.000 x 14 hari Rp 1,500,000
9. Perbaikan Lapangan Rp 2,000,000
10. Pembelian Bola 10 buah @ Rp 200.000 Rp 2,000,000
11. P3K Rp 1,000,000
12. Biaya Publikasi Harian Banyuasin Rp 15,000,000
13. Sewa Sound System Rp 50.000 x 14 hari Rp 700,000
14. Biaya Keamanan, 2 Petugas @ Rp 50.000 x 14 hari Rp 1,400,000
15. Honor Panpel, 20 panpel @ Rp 200.000 Rp 4,000,000
16. Kaos Panitia, 20 x Rp 50.000 Rp 1,000,000
JUMLAH Rp 41,600,000
D. BIAYA MASUK
1. Pendaftaran Peserta 80 tim x Rp 150.000 Rp 12,000,000
JUMLAH RP 12,000,000
E. TOTAL BIAYA
1. BIAYA ACARA PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN Rp 2,950,000
2. BIAYA OPERASIONAL Rp 41,600,000
3. BIAYA MASUK Rp 12,000,000
KEKURANGAN BIAYA Rp 32,550,000